World of Kira

February 18, 2009

Go Away

Filed under: urap-urap —— virtu @ 1:15 am

dah pindah ke kiraitomy.wordpress.com

January 19, 2009

Falling Down

Filed under: refleksi —— virtu @ 9:04 pm

Roda pun selalu berputar, begitu pula kehidupan setiap manusia. Terkadang di atas, samping, dan bawah. Tak pernah stagnan, dan selalu berubah seiring berjalannya waktu. Seperti naik komidi putar, ada saatnya orang turun, dan ada saatnya orang lain naik. Siapakah yang ingin naik terus, watak manusia yang selalu kurang tak selamanya menginginkannya. Terus berada di atas komidi putar pun  bisa jadi bosan. Jadi mau tidak mau kalo memang tidak mau turun, maka sang operator lah yang akan menurunkannya.

Begitu pula Tuhan, tak kan membiarkan makhluqnya terbang tinggi tanpa kendali. Dia akan menurunkannya suatu saat. Jika tidak mau, Dia akan menjatuhkannya, tidak peduli dia akan terluaka atau tidak.

Sekarang aku pun lagi jatuh, jauh, jauh sekali jatuhnya… Sakit sekali rasanya..

Untuk angan ku yang selalu terbang tinggi
Terbanglah tinggi
tapi jangan pernah kau lupa kembali

Kau bisa terbang semaumu
Tapi diriku adalah debu
Hanya angin yang mampu menerbangkanku

(saat siang panas menyengat, tubuh begitu lemas akan beban)

January 12, 2009

Shopping vs Soaping

Filed under: refleksi —— virtu @ 8:44 pm

Wanita dan shopping, keduanya adalah sangat berbeda , baik dalam segi kata ata makna. Namun, dalam pelajaran B.Indonesia kita mempelajari bahwa dalam makna suatu kata itu, ada yang denotasi dan konotasi. Makna konotasi pun dibagi lagi jadi dua, konotasi positif dan negatif. Lantas, apa hubungan antar makna-makna dengan kata wanita dan shopping tersebut.

Hubungannya adalah, antara dua kata tersebut mengandung makna konotasi negatif. Yakni, kata shopping dikonotasikan atau dikiyaskan dengan kata wanita. Dikatakan negatif karena konotasi tersebut tidak mengarah pada pengkiyasan makna yang baik. Masak, wanita disamakan dengan shopping, apa hubungannya? Pengkiyasan tersebut hanya merupakan kritik akan wacana paradigma sosial tentang kebiasaan wanita. Dan yang pasti, wanita tidak selalu identik dengan “Shopping”.

Demikian pembahasan tentang masalah Shopping. Di sini aku mau membahas lehih dalam tenatng “soaping”. Jika pembahasan tadi adalah tentang hubungan wanita dengan Shopping. Sekarang adalah tentang hubungangan pria dengan soaping.

Dilihat  dari segi kata dan makna, ’soaping’ sama dengan ’shopping’, sama-sama diambil dari B.Inggris. Keduanya pun berbentuk gerund, dan ‘tujuannya’ pun juga sama, sebagai bentuk paradigma sosial yang menyangkut kebiasaan pria. Dan yang pasti sama sepeti wanita, hal ini tidak bisa dikatakan ‘mutlak’ pasti terjadi pada pria.

Soaping, diambil dari kata ’soap’ yang berarti sabun. kemudian ‘dipaksa’ berubah menjadi bentuk gerund agar bisa berubah makna sebagai suatu aktivitas yang sedang dilakukan. Kenapa aku memakai kata ‘dipaksa’? Karena dalam B.Inggris, noun tidak bisa dibuat gerund, berbeda dengan verb , yang bisa dibuat gerund dan bisa berubah makna jadi noun.

Lantas, mengapa ‘pemaksaan’ kata tersebut terjadi? Yah….. Menurutku sih karena selain pemikiran orang Indonesia yang maju-mundur tapi lebih tekenal mundurnya, juga mempunyai daya imajinasi dan improvisasi yang tinggi. Sehingga bisa ‘memlesetkan’ suatu hal yang sudah pada tempatnya pada hal yang tidak mungkin, tak umum, tapi kadang terkesan lucu…

Jadi, dengan ‘pemaksaan’ yang telah terjadi, ’soaping’ disini bermakna ‘menyabun’. Lha terus…. apa lagi hubungannya dengan pria. (sejenak, dari sini aku berharap pada pembaca agar tidak melepaskan pikirannya pada hal-hal yang ‘berbau amis’ ^_^. Meski memang benar adanya). Waduh……! Gak enak juga bahasnya. Aku kan cowok, dan yang baca bisa juga seorang cewek.

Memang benar, ’soaping’ yang kumaksud di sini adalah ONANI, (ups, jangan keras-keras) Dalam istilah orang jawa sangat banyak sebutan untuk istilah onani, salah satunya adalah ‘nyabun’ (soaping). Di sinilah letak kecerdasan orang Jawa (seperti aku ini ^_^), meski tidak begitu paham, para ahli menyebut onani juga dengan sebutan masturbasi, lha…. masturbasi ini di ambil dari b.inggris dari kata masturbate, yang berarti menyabun.

Tapi, kalo menurut penelitianku, (lagi berlagak sok peneliti). Orang Jawa menyebut istilah ‘nyabun’ bukan tau dari kamus Jhon M. Echols, tapi lebih karena cara mereka onani. (gak usah tanya objek penelitian ku ya). Jadi, para ahli menyimpulkan dari cara-cara orang melakukan onani, mereka membuat istilah masturbasi sebagai sinonim kata onani. Tapi bisa juga para ahli perumus masturbasi itu iri sama ‘Onan’, yaitu orang yang pertama kali melakukan onani. Para ahli ini ingin namanya di ukir sejarah, jadi sang ahli yang bernama Mastur, menyebut onani sebagai masturBasi. (hahahahahahahaha… gak usah dipercaya). Dan seandainya yang pertama kali melakukan onani itu aku, bisa jadi namanaya adalah ‘Tomini’ (wkakakakakakakakaakakak).

Terus, apakah onani hanya dilakukan oleh cowok? (untuk para cewek, gak usah hipokrit gitu deh). Tapi,, cukup…. cukup,,, cukuuuuuuuuupp.. Aku gak mau bahas lagi.

Shopping Vs Soaping, keduanya merupakan konotasi negatif yang ‘ditempelkan’ pada pria dan wanita oleh pria dan wanti juga.

Sehingga, dari dua konotasi negatif tersebut, pria dan wanita diharapkan bisa merubah seluruh tabiatnya yang tidak ada manfaatnya tidak hanya dua itu saja. Memang, manusia bukanlah makhluq yang sempurna, dan pasti punya salah. Tapi, manusia adalah mahkluq yang paling sempurna di sisi-Nya.

Kesempurnaan manusia adalah karena manusia itu punya kesalahan dan kekurangan, dan bukanlah berarti kesalahan dan kekurangan itu menjadikan manusia tidak sempurna. Tapi justru disitulah letak kesempurnaan manusia sebagai makhluq Tuhan. Berbeda dengan Tuhan, yang tidak mempunyai kekurangan sama sekali, dan MUTLAK hanya Dialah yang paling sempurna.

Jadi, jangan pernah jadikan kesalahan dan kekurangan sebagai kambing hitam untuk tidak bisa berubah. Dan jangan pernah bilang dirimu adalah makhluq yang tidak sempurna….

January 2, 2009

Cogito Ergo Sum

Filed under: urap-urap —— virtu @ 9:35 pm

Cogito Ergo Sum adalah sebuah ungkapan yang diutarakan oleh Descartes, sang filsuf dari Peranci. Artinya adalah ‘aku berpikir maka aku ada’ (i think therefor i am). Maksudnya adalah kalimat ini membuktikan bahwa satu-satunya hal yang pasti di dunia ini adalah keberadaan seorang diri. Keberadaan ini bisa dibuktikan dengan fakta bahwa ia bisa berpikir sendiri.

Jika di jelskan, kalimat ‘cogito ergo sum’ berarti sebagai berikut. Descartes ingin mencari kebenaran dengan pertama-tama meragukan semua hal. Ia meragukan keberadaan semua benda-benda di sekelilingnya. Ia bahkan meragukan keberadaanya sendiri.

Descartes berpikir bahwa dengan cara meragukan semua hal termasuk dirinya sendiri tersebut, dia telah membersihkan dirinya dari segala prasangka yang mungkin menuntutnya ke jalan yang salah. Ia takut bahwa mungkin saja berpikir sebenarnya tidak membawanya menuju kebenaran.

Mungkin saja bahwa pikiran manusia pada hakikatnya tidak membawa manusia kepada kebenaran, namun sebaliknya membawa pada kesalahan. Artinya, ada semacam kekuatan tertentu yang lebih besar dari dirinya yang mengontrol pikirannya dan selalu mengarahkan pikirannya ke jalan yang salah.

Sampai di sini, Descartes tiba-tiba sadar bahwa bagaimanapun pikiran mengarahkan dirinya pada kesalahan, namun ia tetaplah berpikir. Inilah satu-satunya yang jelas. Inilah satu-satunya yang tidak mungkin salah. Maksudnya, tak mungkin kekuatan tadi membuat kalimat ‘ketika berpikir, sayalah yang berpikir’ salah. Dengan demikian, Descartes sampai pada kesimpulan bahwa ketika ia berpikir, maka ia ada. Atau dalam bahsa latin COGITO ERGO SUM….

January 1, 2009

It’s Damn New Year

Filed under: urap-urap —— virtu @ 8:42 pm

Ujan rintik-rintik menemani suasana ramai RS Sakinah, tergolek lemas seorang wanita tua renta. Tanpa daya dan upaya, dengan selang infus tertidur lemah di ranjang kamar kelas ‘ekonomi’ rumah sakit. Suasana malam taun baru yang cukup miris, di sini aku hanya bisa berkumpul dengan beberapa sanak saudara yang ikut menunggui sang nenek renta yang sakit termakan usia. Di sini banyak orang pada keleleran, entah kenapa hari itu rame banget, apa mau ngerayain taun baru dengan keluarga yang sakit, ato cuma ikut ngeramein rumah sakit aja. Yang jelas banyak diantara dari wajah mereka yang terlihat tak ada rasa pilu, kontras dengan para manusia yang terbaring di ranjang. Entah, aku tak mau ambil pusing dengan tetek bengek hal yang kayak gitu.

Lelah juga di RS duduk-duduk, jadi lebih baik aku kembali ke Pondok yang cuma sejengkal dari RS.

Di pondok pun tak ada yang istimewa, ada yang bakar jagung hnya sekedar mau nyambut taun baru. Ada yang baca komik, ada yang memberi makan para nyamuk genit yang berkeliaran di kamar, enak banget tuh nyamuk, tanpa peduli sama sekali para korban yang diisapnya, padahal sudah jelas sekali kalo para korbannya adalah orang-orang yang tegar menjalani hidup di pondok dengan keadaan seadaanya, dan lebih parah lagi yang digigit adalah anak dengan tulang kerempeng tak berdaging.

Aku cuma mencoba menghibur diri dengan baca komik, sedikit teringat suasana di rumah yang lagi liwetan di depan rumah bawah pohon rambutan. Suasana jalanan yang rame dengan konvoi-konvoi sepeda motor yang tak jelas kenapa di bleyer-bleyer dengan keras. Aku yakin sekali kalo sebenarnya mereka sangat terganggu dengan yang mereka lakukan, enath watak manusia yang sanguinis menyebabkan mereka acuh pada segala hal. Mereka tidak tau kalo dunia nocturnal pada mengutuk mereka.

Aku cuma terus membaca lembar demi lembar komik naruto terbaru, meski aku dah tau banyak jalan ceritanya di internet, aku terus membacanya karena gak da kerjaan. Ternyata detik-detik taun baru sangat cuek padaku, tak mempedulikan nasibku yang di keroyok nyamuk. Dan terus berjalan seakan tak akan ada yang mempu menghentikannya, dan memang itulah waktu.

Dan waktu pun berlalu, bangun tidur. Yang kurasakan hanya gatal-gatal bekas gigitan nyamuk, tak ada yang berubah dalam taun baru 2009 ini. Yah, inilah taun baru, dengan segala kegiatan numpuk, cuci baju sampe hampir dua lusin. Bener-bener tak ada perubahan, sialnya lagi, ternyata nasib buruk hanya menimpaku sendirian. Bangun tidur ternyata temen-temen dah pada raib entah kemana. Aku sih tak heran, seabrek agenda telah disiapkan oleh teman-teman sebelum taun baru. Aku hanya menyiapkan agenda untuk ngenet itu aja, tak ada pikiran untuk cuci baju.

Hanya saja, sialnya lagi warnet nya lagi macet. Siapa yang gak donkol, di mana anak-anak pada ngeluyur, aku juga pengen ngeluyur ke dunia maya. eeeeeeee, internetnya macet. Sial banget pokoknya.

Tapi inilah hidup, enak tak enak ternyata hanya ada di pikiran. Meski taun baru hanya cuci-cuci baju, yang penting nikmati hidup. Karena tak ada yang perlu disesali kalo hidup ini hanya numpang. Dan Dia lah yang menentukannya.

December 24, 2008

Akuntansi sialan

Filed under: My Skull —— virtu @ 9:10 pm

Dasar, badan udah capek-capek, ulangan akuntansi lagi. Tau sendiri, ni pelajaran aneh banget, gak jelas. neraca saldo lah, rugi/laba, debet kredit.

Pelajaran ini emang sangat gak cocok buat aku yang sama sekali gak ngurusin masalah dunia. waduh, bukane sok gak ngurus dunia. Tapi ya gitu lah, ada aja alasan untuk kabur dari kenyataan.

Kalo emang gak bisa ya tinggal bilang gak bisa gitu aja kan, kok repot.

Don’t Leave me Alone

Filed under: Pondok an —— virtu @ 8:59 pm

Sialan, libur cuma dua hari, tapi anak-anak malah ninggalin aku sendirian di pondok.  Tapi gak apa-apa, sebagai santri yang benar-benar punya niatan mencari ilmu yang sungguh-sungguh, aku harus konsisten di pondok.

Ya  bukane sok, dari beberapa teman ku, aku lah satu-satunya santri yang jarang banget pulang. Tapi, gak enak juga sendirian di pondok, cuma ada junior-junior. Gak ada yang seapdan, ealaaaaaaaaaaaaaaaaaaah,,,

Hufffffffffffffffffff.

Kebayang gak sih, tidur mojok sendirian di kamar. Sambil ditemani nyamuk-nyamuk genit. Tidur gak bisa nyenyak jadinya, paginya harus termenuung di depan kamar. Enak-enak ngelamun, ada yang ngajakin main volley.

Untuk olahraga yang satu ini, aku sangat lemah sekali, jadi ya gitu deh, jadi tontoanan yang lucu. Ya mau gimana lagi, dari pada nganggur, belajar pun malas.

December 17, 2008

Suicidal

Filed under: Uncategorized —— virtu @ 12:32 am

Jika melihat berita-berita tentang bunuh diri di media-media, tak ada perasaan miris, ada sih ada, tapi mungkin sangat sedikit. Melihat orang bunuh diri pun cuma sekali dalam hidupku, naasnya, orang yang bunuh diri itu persis di sebelah rumah ku sendiri. Tapi sang korban adalah seorang yang miskin yang setiap hari hanya minum mimpi dan makan angan-angan. Jadi, mungkin dia lagi frustasi hidup di dunia yang hanya memberinya makan dan minum yang tak pernah mengenyangkan.

Tapi, kali ini kasusnya beda.dan ini benar-benar sangat miris sekali menurutku, bagaimana tidak, temanku sendiri telah mencoba bunuh diri. Memang masih tahap percobaan, tapi hal itu sudah membuat nya masuk rumah sakit.

Benar-benar tindakan yang sangat tak masuk di akal. Dan lebih tidak masuk akal lagi,  dia mencoba bunuh diri hanya karena masalah yang sangat sepele menurutku. Yaa, lagi-lagi masalah cinta, hanya karena cinta nya tak direstui oleh orang tuanya, dia sampai mencoba untuk bunuh diri.

AH,,, kok bisa sampai seperti itu ya, sekolah aja belum selesai, dah mikir masalah tak cinta yang tak direstui, apa dia sedang meniru adegan di senetron-sinetron ya?
Wah, kalo itu, aku juga gak tau. Yang penting, jika seorang itu mempunyai iman yang kuat, aku yakin dia gak akan samapi melakukan hal-hal yang sangat bodoh seperti itu.

Tapi, setidaknya dia telah memberiku pelajaran, BAHWA:
‘RASANYA MATI BEGITU MENYAKITKAN’

Itulah kata-kata yang sempat dikatakan oleh temanku, yang bisa membuatku tercenganng.. Semoga dari kejadian ini, dia bisa mengambil hikmah dari apa yang telah dilakukannya.

December 10, 2008

Fuck…….! Fuck…..!

Filed under: urap-urap —— virtu @ 12:45 am

Manusia emang gila,

Pernahkah mereka berpikir
Betapa rusaknya mereka

Telinganya gak pernah beres
Matanya rabun,,
Mulutnya kotor,
dan hatinya sangat keras

semua emang dah gila,
gila
gila
gila
gilaaaaaaaaaaaaa…..

Fuck…………..

Fuck………………. you all

Fuck YOU ALL

Dasar kambing gila,,
di mana mulut mu
di mana telinga mu
di mana mata mu
di mana hati mu

Bisakah kau berpikir jernih
Apa yang kamu dengar sendiri selalu benar
Apa yang kamu lihat sendiri selalu benar
Apa yang kamu rasakan sendiri selalu benar

Tidaaaaaaaaaak…
Tidak
Tidak
Sekali lagi, Tidak sama sekali..

Manusia emang srigala
Manusia memang iblis

Begitu mudahnya mereka menyulut api peperangan,,

Pernah kah kau berpikir?
Pernahkah kau merenung?
Pernahkah kau ‘melihat’?
Pernahkah kau ‘mendengar’?

Coba tanya pada anjing?
Maka dia akan menjawab kalo kau adalah induknya

Kau adalah setan.
Kau adalah setan.
Kau adalah setan…..

hanya kau lah yang terhina

Ingat,,,,,
Aku tak kan pernh melepaskan mu…

December 3, 2008

Pancasilais

Filed under: My Skull —— virtu @ 1:04 am

hari ini, ya seperti hari-hari biasa, tak ada yang istimewa, setiap pagi, sholat shubuh mandi sarapan terus berangkat skul..

Ah, belajar, membosankan banget, tak ada yang lebih membosankan dari ini. Kalo belajar aja udah bosan, bagaimana nanti jadinya ya? Abis ini UN, harus lebih giat lagi deh,

Memang susah kalo sekolah ikut negara, harus ini lah, itu lah, padahal, apa sih guananya UN, hanya mendidik orang Indonesia jadi tak berjiwa Pancasialis, yang mana menjadi dasar bagi negara Indonesia. Terlebih lagi, pemerintah sudah tak ada yang percaya sama lembaga yang namanya sekolah..

LOH, apa hubungannya UN dengan Pancasila,

kalo Ujian Nasional kan pasti dijaga oleh pengawas dan polisi, lha terus apa gunanya polisi tersebut? ya untuk mengamangkan soal UN donk. Lha…..di sini pemerintah sudah tak percaya lagi dengan yang namanya sekolah. Pihak sekolah pun tak ketinggalan, bagaimanapun caranya, mereka akan sekuat tenaga agar dapat naskah ujian, Lha di sini lah banyak kejahatan sekolah di lakukan oleh para guru..

Para guru bersedia membayar berapapun, agar bisa dapat soal ujian, di sini guru sudah mempunyai mental yang sangat licik dan penakut. Bukan takut murid tak lulus, tapi takut pamor sekolah turun, takut sekolahnya gak diakui, tak terakreditasi. Para guru saja sudah mendidik mental-mental penakut seperti itu. Tak ada sama sekali jiwa pancasialis, atau mental pemberani.

Selain itu, pemerintah sudah tak percaya lagi dengan yang namanya lembaga pendidikan bernama sekolah.

Seyogyanya, sekolah memberi pendidikan yang membuat para siswa mampu untuk menghadapi segala rintangan. Wong gurunya aja kayak gitu, bagaimana muridnya. Lha terus, siapa sebenarnya yang salah?

Pemerintah atau sekolah?

Lepas dari siapa yang siapa yang benar, yang terpenting adalah bagaimana sih menjadikan pendidikan di Indonesia gak kalah dengan pendidikan luar negeri. Menjadikan mental para pelajar dan guru Indonesia pemberani.

Tapi, aku sangat bersyukur sekali, karena aku sekolah di tempat yang sangat beda dengan sekolah-sekolah lain. Di sekul ku, tak ada istilah pembocoran jawaban ujian. Kalo gak lulus, ya gak lulus, gak peduli kata orang, karena nilai kejujuran itu lebih penting dari pada kelulusan.

LOH, kok akhirnya jadi promosi skul ya… hehehehehehehehe

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.